Nama
: Elsa Mayori
Fakultas
: Program Pendidikan Vokasi
Prodi : Desain Grafis/Desain Komunikasi Visual
Kalian
pernah nggak sih merasa diri kita itu berbeda dengan orang lain? Kalo iya
itulah yang aku rasakan sekarang. Tidak sedikit bahkan semua orang akan berkata
kalau cewek harus pinter dandan dan merawat diri, kalau nggak gitu gabakal
punya temen. Menurutku opini itu nggak sepenuhnya bener sih. Kalau emang kamu
teman yang baik, kamu akan menerima kelebihan dan kekurangan yang ada pada
temanmu itu. Balik lagi ke topikku ya, dulu aku jarang punya teman dan aku
gatau apa alasannya, tahuku mereka gamau berteman denganku karena aku bukan
anak orang kaya. Tapi ternyata itu gabener sama sekali. Mereka gamau berteman
denganku karena aku ga cantik. Lucu ya, kejadian itu berlangsung saat aku kelas
6 SD. Itu awal aku insecure tentang penampilan diri. Lalu apakah aku tidak
insecure dengan hal lain? Jawabannya, ya. Aku insecure dengan temanku yang
pintar. Dulu sih aku ‘katanya’ termasuk murid yang pintar karena selalu masuk
peringkat 3 besar, waktu itu ayahku berniat ingin memasukkan aku di SMP
favorit. Tapi salah satu temanku ada yang tahu. Mereka langsung bilang ke aku
kalau aku gabakalan bisa masuk sekolah favorit semacam itu, kalaupun masuk
pasti lewat jalur belakang. Sepulang sekolah aku nangis dikamar dan aku
berfikir apa aku tidak pantas bersekolah disitu? Aku tak pernah menceritakan
itu pada orang tuaku, karena aku termasuk orang yang tertutup dan sampai sekarang
pun tetap seperti itu. Akhirnya aku masuk ke SMP itu lewat jalur nilai.
Tak
berhenti sampai disitu, waktu SMP aku masih merasa insecure dan tetap saja
dalam hal penampilan. Aku waktu itu pendek, kurus, kulit item, rambut
mengembang, dan lain lain yang ada dalam diri aku yang menurut aku berbeda
dengan orang orang lain. Waktu itu teman temanku banyak yang menyukai, apalagi
anak anak cowok kelas sebelah pada suka sama teman sebangkuku karena dia sangat
cantik dan manis. Setiap aku berjalan berdua dengan temanku ittuu, pasti banyak
anak cowok yang memanggi manggil temanku itu, sedangkan aku tidak diliri sama
sekali. Beberapa hari kemudian waktu kerja kelompok bersama temanku cowok dia
juga selalu mengajak ngobrol teman sebangkuku itu, lalu mereka becanda tapi
entah itu menyindirku apa bagaimana yang jelas mereka membicaran tentang cewek
yang tidak cantik. Akupun makin insecure sama semua itu. Akhirnya sepulang
sekolah aku berdiri didepan kaca dan tetap saja aku tidak merasakan ada yang
aneh dariku. Memang sih waku aku SMP temanku ada yang sudah pakai make up.
Sedangkan aku ya tetep aja pake bedak bayi sama handbody, nggak pernah pakai sunscreen,
dan malah aku gatau apa itu.
Waktu
kelas 9 aku tetep aja ngerasa insecure. Teman temanku sudah mulai melakukan
perawatan dan jadi cantik. Jangan tanyakan aku ya, soalnya aku masih pake bedak
bayi. Temanku cowo juga gaada tuh yang suka sama aku, ya mungkin pas itu aku
dekil jadi jijik buat temenan sama aku.
Ketika
aku udah masuk SMA, aku menyukai seorang cowok. Tapi harapanku sempet pupus
gara gara dia bilang langsung ke aku kalau aku itu dekil, jelek, terlalu kurus,
kulit hitam, gabisa dandan, dan lain lain yang menjelekkan penampilanku. Sampai
itu berlalu saat aku kelas 12 aku dekat dengan kakak kelasku, dia sudah
berkuliah. Dia bilang ke aku kalau aku itu jelek, pendek, kulit item kusam, dan
apalah itu. Sampai akhirnya aku berfikir, oh aku harus berubah biar mereka yang
menjelekkan aku akan bilang kalo aku tidak seperti yang mereka katakan. Sampai
saat itu aku sudah tidak lagi dengan kakak kelasku itu, aku fokus merawat
diriku, aku mulai suka pakai masker, scrub badan, skincare, make up, dan lain
sebagainya. Seiring berubahnya waktu teman temanku berkata kalau aku sudah
terlihat cantik layaknya ABG cewek pada umumnya.
Aku
mulai saat itu rajin berolahraga dan makan teratur hingga akhirnya aku terlihat
tidak sekurus dulu, aku selalu sunscreen/sunblock saat keluar rumah, dan kini
aku tidak sekusam dulu. Namun itu tidak berlangsung lama, karena ada temanku
yang mengatakan aku sangat gendut, aku mencoba untuk tidak mendengarkan
perkataan mereka. Tapi lama kelamaan telingaku terasa panas gara gara diomongin
sana sini oleh temanku.
Sampai
akhirnya aku sadar bahwa mengikuti perkataan orang lain itu adalah hal yang
tidak benar dan tidak ada habisnya. Sekarang aku lebih mementingkan diriku
sendiri daripada perkataan orang lain. Sempat dikira gaya lah, sombong, sok tau
soal kesehatan lah, tapi aku bodo amat soalnya yang paham sama tubuhku ya
diriku senndiri, kalian berhak menilaiku tapi kalian tidak bisa merubahku jadi
apa yang kalian inginkan. Coba deh kalian jadi aku, yang hampir setiap hari
diomongin soal bentuk tubuh. Terserah mereka mau bilang apa padaku mereka juga
tidak tau apa yang kita rasakan. Apalagi jika cowok yang berkata seperti itu
mulutnya jahat banget dan aku gasuka. Ga disuruh orang lain pun aku juga
menjaga kesehatan diri kok, tapi ya terserah mereka lah aku ‘iya’ in aja.
Jadi
teman teman, mulai sekarang yuk love yourself dan jangan dengerin perkataan
yang buruk dari orang lain. Boleh sih kamu dengerin orang lain, tapi ya harus
yang nasihat baik ya manteman. Jangan lupa selalu percaya diri dan jangan
insecure, kalian itu terutama cewek semua cantik, mau yang pendek, tinggi,
gendut, kulit sawo matang, kulit putih, dll itu kalian semua cantik. Cantik itu
ga hanya fisik, melainkan keindahan hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar